Jumat, 17 Maret 2023

 

PERAN SERTA CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH PACITAN DALAM RANGKA PENANAMAN POHON UNTUK MEMPERINGATI HARI DESA ASRI NUSANTARA TAHUN 2023

 

Pada tanggal 15 Maret 2023 adalah suatu momentum dimana seluruh Desa di Indonesia diwajibkan untuk melakukan Gerakan penanaman pohon secara serentak dalam rangka memperingati hari Desa Asri Nusantara. Hari Desa Asri Nusantara ini ditetapkan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi                 ( PDTT ) melalui Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 110 Tahun 2022 tentang Hari Desa, yang digunakan untuk mengingatkan kita tentang pentingya lingkungan Desa yang ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah).

Peringatan Hari Desa ASRI Nusantara memiliki beberapa tujuan, antara lain :

1.       Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perubahan iklim

2.       Mewujudkan Desa Asri yang bersih, hijau, dan jauh dari pencemaran lingkungan

3.       Mengurangi resiko bencana di Desa

Dalam memperingati Hari Desa Nusantara ini, seluruh aparatur Desa dan masyarakat dihimbau untuk melakukan penanaman tanaman produktif dan tanaman konservasi . Dan diharapkan apa yang menjadi tujuan dari peringatan ini yaitu mewujudkan Desa yang asri dapat tercapai.

Peringatan Hari Desa Asri Nusantara juga diperingati di Kabupaten Pacitan, yaitu di masing-masing Desa. Dan untuk di Kecamatan Pacitan yaitu dipusatkan di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan. Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Desa Asri Nusantara tersebut. Peran serta Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan yaitu dengan memberikan bantuan bibit sejumlah kurang lebih 100 batang bagi kecamatan yang membutuhkan bibit. Dengan jenis bibit antara lain :

1.       Trembesi

2.       Beringin

3.       Alpukat

4.       Nangka

5.       Petai

Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Kerja Pacitan yang meliputi staf dan Penyuluh Kehutanan mengikuti kegiatan penanaman pohon ini di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan. Penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Desa Asri Nusantara tahun 2023 ini dihadiri oleh :

1.       Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan

2.       Camat Pacitan dan Forkompimca Kecamatan Pacitan

3.       Kapolsek Pacitan

4.       Danramil Pacitan

5.       Penyuluh Kehutanan CDK Wilker Pacitan

6.       Pemdes Sedeng dan Karang Taruna Desa Sedeng

7.       Babinsa dan Babinkamtibmas

8.       Saka Wanabakti

9.       Masyarakat Desa Sedeng





Dengan adanya aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati hari Desa Asri Nusantara ini dapat menjadi suatu ajakan kepada seluruh masyarakat untuk gemar menanam pohon, menumbuhkan kesadaran untuk menjaga alam dan kelestariannya. Disamping untuk mewujudkan Desa Asri yang bersih, hijau, dan jauh dari pencemaran lingkungan, secara tidak langsung juga dapat membantu dalam upaya pencegahan bencana seperti tanah longsor dan banjir.

            Selain di Desa Sedeng, Kecamatan Pacitan, Gerakan penanaman pohon dalam peringatan hari Desa Asri Nusantara ini juga dilaksanakan di Kecamatan-kecamatan lain. Untuk Kecamatan Punung penanaman diadakan di masing-masing Desa dan untuk seremonial kecamatan diadakan di Desa Mantren tepatnya di sekitar sumber mata air kali mason. Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan juga memberikan bantuan bibit ke Kecamatan Punung sejumlah 125 batang dengan jenis tanaman :

1.       Trembesi 50 batang

2.       Beringin 50 batang

3.       Alpukat 5 batang

4.       Petai 10 batang

5.       Nangka 5 batang

6.       Matoa 5 batang

Penanaman di hadiri oleh :

1.       Camat Punung dan Forkompimca

2.       Kapolsek Punung

3.       Danramil Punung

4.       Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Mantren

5.       KTH Wana Harapan

6.       Masyarakat Dusun Krajan Kulon Desa Mantren.






Dengan adanya Gerakan penanaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga Desa Mantren dalam hal menanam pohon dan ikut berperan aktif dalam melestarikan sumber mata air kali mason dengan menanam tanaman konservasi. 

            Peran serta Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan selain bantuan untuk peringatan Hari Desa Asri Nusantara,  setiap tahun juga dapat dilihat dengan adanya bantuan yang diberikan kepada Instansi-instansi pemerintah, Lembaga Pendidikan ( Sekolah ), Kelompok Tani Hutan ( KTH ) serta masyarakat yang setiap tahun animo untuk menanam sangatlah besar. Harapan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan dengan adanya bantuan tersebut dan penanaman yang dilakukan oleh berbagai pihak dapat membantu meningkatkan upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang ada di wilayah Pacitan.

 

 

Demikian tadi tulisan tentang Peran Serta Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan Dalam Rangka Penanaman Pohon Untuk Memperingati Hari Desa Asri Nusantara Tahun 2023, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

 

 

Ayo Hijaukan Bumi….. Birukan Langit……..

Salam Lestari…….🌳🌳🌳

Senin, 13 Februari 2023

 

PENGEMBANGAN TANAMAN PRODUKTIF

DI KTH WONO JATI UNTUK MENDUKUNG RINTISAN DESA WISATA DI DESA WARENG, KECAMATAN PUNUNG, KABUPATEN PACITAN

 

Desa Wisata adalah salah satu bentuk wisata yang baru tren pada saat ini, karena Desa Wisata ini telah ditetapkan sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa mempunyai peran strategis dan  berkontribusi besar dalam pembangunan nasional. Selain menyuplai kebutuhan pangan dan kebutuhan tenaga kerja, Desa juga berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata nasional. Tren Desa wisata semakin populer setelah pandemi COVID-19. Kondisi ini membuat jumlah Desa wisata terus berkembang setiap tahunnya dengan berbagai klasifikasi mulai dari Desa wisata rintisan hingga Desa wisata mandiri. Masing-masing Desa berlomba untuk menggali potensi Desanya untuk mengembangkan rintisan Desa wisata tersebut.  

Desa wisata merupakan sebuah konsep pengembangan daerah yang menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Pengelolaan seluruh daya tarik wisata yang tepat diharapkan dapat memberdayakan masyarakat Desa itu sendiri. Prinsip Desa wisata ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal yang ada.

Komponen yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Desa wisata  adalah sebagai berikut :

1.    Kondisi desa

Untuk mengetahui potensi wisata, pihak Desa perlu memiliki basis data yang jelas mengenai kondisi Desa dan bagaimana ekosistem yang dapat mendukung lokasi wisata.

2.    Keadaan masyarakat dan Manajemen.

Desa wisata diharapkan dapat dikelola oleh masyarakat Desa itu sendiri. Manajemen pengelolaan Desa wisata dan kesiapan masyarakat dalam mengelola desa sangat diperlukan agar Desa wisata dapat berkembang dengan optimal

3.    Konsep Desa wisata yang unik.

Konsep Desa wisata yang unik akan memberikan penilaian yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain.

 

Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Solo memberikan bantuan Bibit Produktif  kepada Kelompok Tani Hutan ( KTH ) guna mendukung kegiatan pengembangan rintisan Desa Wisata yang ada Di KTH atau Desa wilayah binaan. Bibit tersebut dibagikan secara gratis dengan mengajukan permohonan atau proposal.

            Penanaman bibit Poduktif ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan rehabilitasi hutan dan lahan ( RHL ), upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. serta dapat berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.  Salah satu penentu keberhasilan RHL adalah melalui peningkatan kualitas bibit melalui penyediaan bibit Produktif.

            Pemilihan bibit tanaman unggul akan berperan penting guna menghasilkan produk buah yang sangat berkualitas. Keterbatasan akses masyarakat untuk memperoleh bibit yang berkualitas menjadi salah satu permasalahan dalam pengusahaan tanaman yang memiliki hasil tinggi, untuk itu Balai Pengelolaan DAS ( BPDAS ) Solo memfasilitasi penyediaan bibit produktif pada wilayah kerja yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

            Salah satu Kelompok Tani Hutan ( KTH ) yang mendapatkan bantuan bibit produktif ini adalah KTH Wono Jati Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. KTH Wono Jati mendapatkan bibit produktif sebanyak 1.500 batang dengan rincian masing-masing bibit adalah sebagai berikut :

1.    Alpukat 500 Batang

2.    Jeruk Pamelo 500 Batang

3.    Matoa 500 Batang.

Lokasi penanaman bibit produktif ada di Dusun Wareng Kidul, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan dan difokuskan di Tanah Kas Desa dan di sekitar Tanah Kas Desa atau di lahan milik masyarakat, yang rencana ke depan akan digunakan sebagai rintisan potensi wisata di Desa Wareng. Penanaman bibit produktif dilakukan secara bersama-sama antara KTH Wono Jati dengan Pemdes Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan.

Di tanah kas Desa tersebut juga sudah dibangun kolam renang anak dan dewasa tetapi pengerjaan belum sempurna. Dan juga sudah ada tanaman dengan jenis Mangga dan Durian.









Adanya penambahan bibit produktif di tanah kas Desa dan di lahan sekitar tanah kas Desa tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat dalam upaya untuk mengotimalkan pemanfaatan potensi lahan pekarangan dan untuk mendukung rintisan Desa Wisata di Desa Wareng sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pengembangan rintisan Desa wisata diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk percepatan pembangunan Desa untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Desa wisata yang telah maju nantinya akan memberikan dampak berupa peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Demikian tulisan tentang Pengembangan Tanaman Produktif Di Kth Wono Jati Untuk Mendukung Rintisan Desa Wisata Di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Semoga bermanfaat.


Salam Lestari...............🌳🌳🌳🌳

Kamis, 08 Desember 2022

GERAKAN PENANAMAN BIBIT PERSEMAIAN PERMANEN

DI KTH WANA KARYA IV DESA MENDOLO KIDUL,

KECAMATAN PUNUNG, KABUPATEN PACITAN

 



Gerakan penanaman pohon atau buah yang dilakukan oleh KTH Wana Karya IV Desa Mendolo Kidul, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan adalah merupakan salah satu aksi nyata dalam upaya untuk menyelamatkan hutan, tanah, dan air. Kegiatan tersebut sekaligus membangun kesadaran masyarakat baik itu Kelompok Tani Hutan ( KTH ), tokoh masyarakat atau pemuda untuk lebih aktif dalam menanam pohon dan mendukung budaya gemar menanam pohon.

Menanam pohon mempunyai berbagai manfaat antara lain :

1)    Mengurangi dampak pemanasan global,

2)    Menyediakan pasokan oksigen untuk keberlangsungan hidup di bumi,

3)    Menjadi tempat tinggal untuk beragam spesies.

4)    Mencegah erosi dan banjir

Bibit tanaman yang ditanam oleh KTH Wana Karya IV Desa Mendolo Kidul adalah bibit yang berasal dari Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Solo yang tepatnya berada di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sebelumnya KTH Wana Karya IV Desa Mendolo Kidul mengajukan permohonan bantuan bibit lewat proposal yang ditujukan kepada Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Solo. Setelah ada verifikasi calon lokasi penanaman, kemudian bisa dilakukan pengambilan bibit ke Persemaian Permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Solo di  Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan persyaratan membawa Kartu Identitas ( KTP ) Ketua Kelompok Tani Hutan ( KTH ) dan stempel KTH. Adapun jenis bibit yang diterima oleh KTH Wana Karya IV adalah sebanyak 1.900 batang. Jenis bibit terdiri dari :

1.    Alpukat                            : 200 Batang

2.    Durian                              : 600 Batang

3.    Jambu Biji Merah             : 200 Batang

4.    Jeruk                                : 200 Batang

5.    Pete                                 : 200 Batang

6.    Kelengkeng                      : 500 Batang





Bibit ini sebagian ditanam di tanah kas Dusun Kendal dan sebagian menyebar ke masyarakat. Lokasi penanaman ini sebelumnya sudah ditanami tanaman kayu-kayuan berupa Sengon, Akasia, Jati dan Jabon. Untuk penanaman tanaman buah ini adalah disela-sela tanaman kehutanan. Diharapkan nantinya selain mendapatkan hasil kayu dari tanaman kayu-kayuan juga dapat mendapatkan hasil dari  tanaman buah yaitu berupa  buah.   

Gerakan penanaman bibit PP ini dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2022 oleh KTH Wana Karya IV Desa Mendolo Kidul, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan  dengan didampingi oleh Penyuluh Kehutanan Kecamatan Punung. Penanaman tanaman buah tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat dalam mengotimalkan pemanfaatan potensi lahan pekarangan dan memanfaatkan tanah kas Desa sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.







Setiap tahun Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan memfasilitasi permintaan bibit yang ditujukan ke BPDAS Solo baik itu dari Kelompok Tani Hutan ( KTH ), LMDH ( Lembaga Masyarakat Desa Hutan ) serta instansi-instansi lain yang membutuhkan bibit tanaman kehutanan atau buah. Bibit tersebut diperoleh secara gratis dengan mengajukan permohonan atau proposal. Tahun 2022 ini permintaan masyarakat untuk tanaman buah atau produktif semakin tinggi, karena saat ini banyak kegiatan Desa yang mengarah ke wisata dan tananam buah atau produktif ini digunakan sebagai penunjang wisata. Sehingga bibit produktif mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung kegiatan tersebut. Disamping itu tanaman buah dapat ditanam di pekarangan rumah dan jalan-jalan di sekitar rumah. 

Demikian tulisan tentang Gerakan Penanaman Bibit Persemaian Permanen Di Kth Wana Karya IV Desa Mendolo Kidul, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Semoga bermanfaat.

 

Salam Lestari ......🌳🌳🌳 

Selasa, 08 November 2022

TEKNIK PEMBUATAN LUBANG TANAM

Persiapan awal yang harus dilakukan sebelum melakukan penanaman tanaman kehutanan atau kayu-kayuan selain persiapan bibit adalah persiapan pembuatan lubang tanam yang akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan tanaman selanjutnya.

Dalam persiapan bibit, bibit yang akan ditanam sebaiknya mempunyai ketinggian 30 cm, telah berumur minimal 4 bulan dan telah melalui proses aklimatisasi ( Proses penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari tanaman terhadap lingkungan baru yang akan dimasukinya ). Kondisi batang segar, lurus dan tidak patah. Memiliki daun minimal 3 tingkatan, dan pucuk tidak patah. Perakaran bibit sudah menyatu dengan media di polybag, kondisi ini dapat dicoba dengan cara menarik batang bibit secara perlahan dari media, apabila sukar dicabut berarti perakaran sudah menyatu dan siap ditanam, jika sebaliknya berarti perakaran belum menyatu dengan media dan harus menunggu beberapa waktu sampai bibit siap tanam.

Lubang tanam adalah lubang yang dibuat di dalam tanah untuk tempat hidup tanaman dengan memodifikasi ruang akar pada awal pertumbuhan tanaman dengan menyediakan ruang tumbuh yang ideal, khususnya bagi pertumbuhan akar.

Jika pembuatan lubang tanam ini tidak dilakukan sesuai dengan teknis maka akan menyebabkan :

  • Pertumbuhan tanaman tidak sesuai dengan yang diharapkan ( lambat ).
  • Kekurangan nutrisi.
  • Produksi tanaman menjadi lebih lama.
  • Tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

TUJUAN PEMBUATAN LUBANG TANAM

Tujuan pembuatan lubang tanam adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kesuburan tanah

Dalam pembuatan lubang tanam pada umumnya dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar sehingga akan mempengaruhi kesuburan tanah yang akan kita jadikan media tanam bagi bibit tanaman yang akan kita tanam.

  1. Merubah fisik tanah menjadi gembur

Pada saat awal pembuatan lubang tanam, tanah dicangkul dan digali sehingga terjadi perubahan fisik tanah menjadi gembur. Keadaan ini akan menguntungkan tanaman karena akar lebih mudah dalam menembus tanah untuk mencari unsur hara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

  1. Mengurangi Hama dan Penyakit.

Pembuatan lubang tanam dengan cara mengali tanah akan mempengaruhi perkembangan hama dan penyakit. Keberadaan hama dan penyakit di dalam tanah akan berkurang. Karena terjadi pembalikan tanah bagian dalam sehingga akan menganggu habitat atau tempat hidup hama dan penyakit, selain itu pembalikan tanah juga akan menyebabkan terjadi perubahan struktur bagian tanah bawah keatas sehingga akan terkena sinar matahari yang umumnya tidak disukai oleh hama dan penyakit sehingga akan mengganggu proses perkembangan hama dan penyakit tersebut.

 

PELAKSANAAN PEMBUATAN LUBANG TANAM

Langkah-langkah pembuatan lubang tanam adalah sebagai berikut :.

1.    Menentukan titik penanaman

Tentukan titik letak penanaman di lokasi penanaman dengan mempertimbangkan jarak tanaman yang dikehendaki. Bersihkan sekeliling calon lubang tanam dari rumput, sampah, maupun batuan yang ada yang dapat mengganggu penanaman. Lakukan pemasangan acir untuk memudahkan dalam pembuatan lubang tanam atau penanaman.


2.    Pembuatan lubang tanam

Gali lubang tanam dengan ukuran minimum 50 x 50 x 50 cm. Makin besar ukuran lubang, semakin cepat bagi tanaman untuk membangun perakaran yang banyak dan kokoh. Makin banyak dan kokoh perakaran, semakin cepat pertumbuhan tanaman menjadi pohon dewasa dan semakin cepat untuk dipanen.


3. Sterilisasi Lubang Tanam  

Membiarkan lubang tanam tersebut selama minimal satu bulan agar organisme yang bersifat merugikan ( hama dan penyakit ) mulai dari bakteri, jamur, protozoa, cacing, semut, tungau, uret dan organisme tanah lainnya.yang ada di dalam tanah terkena sinar matahari dan akhirnya akan mati karena jika organisme tersebut berada pada suhu di atas 60 derajad celcius akan mati.


4.    Pembersihan lubang tanam

Bersihkan lubang tanam dari batu, kerikil, sisa akar, maupun kotoran lainnya sehingga lubang tanam terlihat bersih dan rapi.


5.    Penambahan Pupuk Kandang atau Kompos

Campurkan tanah hasil galian yang telah disterilisasi tadi dengan 1 karung  ( ± 25 50 kg ) pupuk kompos / kandang. Prinsipnya, makin banyak kompos yang dimasukkan, semakin bagus pertumbuhan pohon di kemudian hari. Sebaiknya pupuk kendang / kompos tersebut adalah pupuk kandang / kompos yang sudah melalui proses fermentasi, Ciri-cirinya adalah warna, tekstur dan aroma pupuk kandang sudah berubah mirip seperti tanah. Jika belum difermentasi sempurna, pupuk kandang akan menjadi masalah panjang di kemudian hari. Sebab, bahan ini mengandung banyak bibit hama dan penyakit serta gas beracun yang berbahaya bagi tanaman.

Sedangkan tujuan fermentasi adalah mematikan semua bibit hama dan penyakit serta menghilangkan seluruh gas beracun yang terkandung dalam pupuk kandang.

Digunakan pupuk kandang / kompos karena :

  1. Pupuk kandang / kompos bisa memperbaiki tekstur tanah menjadi lebih gembur dan remah
  2. Pupuk kandang / kompos bisa meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air sehingga tanah tidak mudah kering
  3. Pupuk kandang / kompos bisa memperkaya keanekaragaman mikroorganisme tanah yang bermanfaat
  4. Pupuk kandang / kompos bisa menyediakan unsur hara dan berbagai jenis hormon pertumbuhan bagi tanaman

Kemudian masukkan kembali tanah hasil galian yang telah dicampur pupuk kandang / kompos tersebut ke dalam lubang tanam hingga penuh.




6.    Menambahkan Kapur Dolomit

Selain kompos, juga perlu menambahkan kapur dolomit sebanyak 0,5 – 1 kg ke dalam tanah. Cara aplikasinya bisa dicampur dan diaduk bersamaan saat menambahkan pupuk kompos tadi atau bisa juga ditabur merata di atas tanah setelah tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam. Kapur dolomit sangat berguna untuk menaikkan pH tanah supaya mendekati netral. Hal itu mengingat sebagian besar tanah di Indonesia memiliki pH yang rendah atau asam. Namun tidak berlaku apabila pH tanah di lahan sudah dalam kondisi netral. Pemberian kapur dolomit pada tanah ber-pH netral beresiko menaikkan level pH menjadi keluar dari batas netral, yang justru akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk itu, sangat disarankan memiliki alat pH Meter untuk mengukur level pH tanah secara akurat. Ketika pH tanah jauh dari level netral, baik asam maupun basa / alkali, maka mayoritas unsur hara di dalam tanah yang dibutuhkan tanaman akan terikat oleh unsur kimiawi dalam tanah, sehingga tanaman tidak bisa menyerap unsur hara tersebut.



7.    Lubang tanam siap untuk ditanami.





Demikian tadi tulisan tentang Teknik Pembuatan Lubang Tanam, tulisan ini dbuat karena di lapangan masih banyak petani hutan yang menanam tanaman kehutanan atau kayu-kayuan dan buah tanpa membuat lubang tanam terlebih dahulu sehingga pertumbuhan tanaman lambat dan tidak maksimal. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

 

Salam Lestari…….🌳🌳🌳